GKS KUA LUBUK KILANGAN: KEPALA KUA AJAK MASYARAKAT PERSIAPKAN CATIN MENUJU KELUARGA SAKINAH*
Padang – Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) merupakan salah satu program yang digagas oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Dr. H. Yasril, S.Ag., M.A. Program ini menjadi wadah bagi jajaran Kantor Urusan Agama (KUA), khususnya kepala KUA, penghulu, dan penyuluh agama Islam, untuk hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan pengajian di masjid dan musala. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman keagamaan guna membangun ketahanan keluarga serta mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Sebagai bagian dari program tersebut, pada Jumat malam, 30 Oktober 2026, Kepala KUA Lubuk Kilangan, Drs. H. Syafrijal, M.A., didampingi Penyuluh Agama Islam Zalfitra, S. SosI., S. PdI., Syofriadi Antoni, M.Hum., serta Ustaz Fatrul Manzidi, SHI, mengunjungi Masjid Nurul Wujud yang berlokasi di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan. Dalam kegiatan pengajian tersebut, Kepala KUA bertindak sebagai narasumber tunggal dengan menyampaikan materi tentang "Peran dan Fungsi KUA dalam Mempersiapkan Calon Pengantin (Catin) Guna Mewujudkan Keluarga Sakinah." Materi disampaikan secara lugas dan tegas, tetapi diselingi humor yang membuat suasana pengajian menjadi hangat dan komunikatif. Para jamaah tampak antusias menyimak setiap penjelasan. Bahkan, sejumlah jamaah turut memberikan respons melalui pertanyaan langsung, terutama ketika pembahasan menyentuh persoalan poligami dan nikah siri. Melalui penjelasan tersebut, jamaah diajak memahami pentingnya pernikahan yang sah, tercatat, serta dilandasi tanggung jawab dan komitmen bersama.
Salah seorang jamaah yang hadir, Eli, mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan KUA Lubuk Kilangan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan pencerahan dan menambah wawasan masyarakat tentang kehidupan berumah tangga. Menurutnya, penjelasan yang disampaikan membuka pemahaman jamaah mengenai berbagai dampak dan risiko yang dapat timbul dari praktik poligami maupun nikah siri. Ia berharap kegiatan Gerakan Keluarga Sakinah ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat memperoleh edukasi dan pembinaan keluarga. Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, KUA tidak hanya dikenal sebagai tempat mengurus administrasi pernikahan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun keluarga yang harmonis, bertanggung jawab, dan diridai Allah Swt. (ZF)