Hadirkan Kadis P3AP2KB Kota Padang sebagai Pemateri Utama; Muzakarah APRI Kota Padang Sesi 6 Sukses
Apri-Pdg,— Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Padang kembali menggelar Forum Muzakarah Sesi 6 yang mengangkat tema "Urgensi Perlindungan Isteri dan Anak dalam Pernikahan". Kegiatan yang berlangsung khidmat dan tertib ini dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) di Masjid Darussalam Cendana Mata Air, Kecamatan Padang Selatan.
Muzakarah ini dihadiri seratusan peserta yang terdiri dari Penghulu dan Penyuluh Agama se-Kota Padang, Kepala KUA se-Kota Padang, Camat dan Lurah se-Kecamatan Padang Selatan, serta pengurus masjid dan majelis taklim setempat.
Sebagai tuan rumah, Kepala KUA Padang Selatan, Taufik Arsani, S.Ag., menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada wilayahnya. Taufik mengungkapkan bahwa Masjid Darussalam juga difungsikan sebagai lokasi Layanan Konsultasi Keagamaan dan Keluarga Berbasis Masjid di Padang Selatan. Program inovatif ini digagas oleh APRI Kota Padang yang berkolaborasi dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Padang.
Ketua APRI Kota Padang, Welhendri, M.A., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KUA Padang Selatan beserta jajaran atas fasilitasi dan persiapan acara yang sangat baik. Ia menegaskan bahwa tema kali ini sangat relevan dengan dinamika sosial di Kota Padang, khususnya di Padang Selatan.
Welhendri menyoroti rapat koordinasi lintas sektor bersama para aktivis perempuan yang baru-baru ini digelar terkait dugaan perundungan (bullying) di salah satu panti asuhan di Padang Selatan. Menurutnya, perundungan merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap anak yang kerap terjadi di pelbagai ruang kehidupan—seperti sekolah, rumah ibadah, rumah tangga, maupun panti asuhan—yang berkaitan erat dengan ketahanan keluarga. Lewat muzakarah ini, APRI menghadirkan pemateri berkompeten untuk mengupas akar masalah serta dampak dari kekerasan tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Padang, Dr. H. Yasril, S.Ag., M.Ag., dalam hantaran katanya menyampaikan apresiasi mendalam kepada APRI dan IPARI Kota Padang atas komitmen mereka dalam melayani masyarakat.
"Penghulu dan Penyuluh Agama adalah urat nadi Kementerian Agama. Hidupnya Kementerian Agama ditentukan oleh kualitas bimbingan dan layanan yang Bapak/Ibu berikan," ujar Yasril.
Ia juga memberi dukungan penuh agar kegiatan muzakarah yang telah mencapai sesi ke-6 ini terus dilanjutkan sebagai wadah pengembangan ilmu, pengalaman, serta ruang bersinergi.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan empat hal yang dapat merusak ketahanan keluarga, yaitu lemahnya iman dan kurangnya ibadah, masalah ekonomi, ketidakmampuan menerima pasangan, serta pengaruh lingkungan.
Selanjutnya, pemateri utama Kepala Dinas P3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, S.IP., M.M., M.H., memaparkan data dan analisis penanganan kekerasan di Kota Padang. Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 47 kasus kekerasan terhadap anak dan 28 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan.
Boby menekankan bahwa angka tersebut hanyalah fenomena gunung es, sehingga ekspansi jejaring seperti program konsultasi berbasis masjid sangat vital untuk mempersempit ruang terjadinya kekerasan. Dinas P3AP2KB menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dan memperkuat layanan tersebut.
Boby merinci empat akar masalah utama kekerasan terhadap isteri dan anak:
Kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama.
Budaya patriarki yang menganggap laki-laki lebih berkuasa.
Ketimpangan gender yang melemahkan posisi sosial perempuan.
Penormalisasian kekerasan dalam tindakan fisik maupun verbal.
Selain itu, ia juga memaparkan pelbagai faktor pemicu kekerasan yang saling bertumpuk, seperti masalah ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, lemahnya penegakan hukum, kondisi psikologis dan riwayat trauma, perselingkuhan, penyalahgunaan Narkoba/Napza, campur tangan pihak luar, hingga jeratan utang, pinjaman online, dan judi online.
Rangkaian acara muzakarah berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta. H. Aprizal menjadi moderator memandu jalan diskusi sangat interaktif terjalin aktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber sebelum acara resmi ditutup. (wel).