Kepala KUA Nanggalo Jadi Narasumber Sekolah Lansia Balai KB: Kuatkan Spiritual dan Ketenangan Jiwa di Usia Senja
Apri-Pdg, — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Nanggalo, Welhendri, MA, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sekolah Lansia binaan Balai Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Nanggalo. Acara yang mengusung tema penguatan spiritual dan keagamaan ini diselenggarakan di Kantor Balai KB Kecamatan Nanggalo pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Apresiasi Kolaborasi Lintas Sektoral
Dalam sambutannya, Welhendri menyampaikan apresiasi tinggi kepada Balai KB Kecamatan Nanggalo yang telah menginisiasi program Sekolah Lansia ini. Ia menyambut baik pelibatan KUA sebagai narasumber untuk mengisi materi di bidang spiritual dan keagamaan yang memang menjadi fokus utama tugas dan fungsi KUA.
"Agama dan spiritualitas adalah salah satu sumber kebahagiaan manusia. Agama adalah benteng utama ketahanan mental serta tempat menumbuhkan karakter baik pada diri seseorang," ujar Welhendri di hadapan para peserta.
Pentingnya Spiritualitas dan Agenda Harian Lansia
Welhendri memaparkan bahwa Islam menempatkan sumber kebahagiaan manusia dalam bingkai ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT. Merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur'an, zikir kepada Allah merupakan kunci utama untuk meraih ketenangan jiwa bagi orang-orang yang beriman.
Sebagai panduan praktis dalam menjalani keseharian di usia senja, Welhendri berpesan kepada 20 peserta Sekolah Lansia agar membiasakan empat amalan harian, yaitu:
- Memperbanyak zikir dan istigfar
- Mendirikan salat dengan khusyuk
- Menjaga silaturahmi
- Gemar bersedekah
Menyikapi Masa Tua dengan Produktif dan Bermartabat
Terkait realitas proses penuaan, Welhendri mengingatkan para peserta pada firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rum ayat 54, yang menjelaskan tentang fase-fase perjalanan hidup manusia mulai dari kelemahan, kekuatan, hingga kembali melemah. Menurutnya, manusia tidak bisa menolak datangnya masa tua, penurunan fisik, maupun kelemahan tubuh.
Kendati demikian, usia senja tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan kewajiban agama ataupun menarik diri dari kehidupan sosial. Welhendri menekankan agar para lansia tetap giat dan aktif, mengingat Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dalam beribadah.
"Jangan pikirkan kuantitas, tetapi utamakan kualitas. Lemah fisik lantas melaksanakan salat dengan duduk, yakinlah di mata Allah nilainya sama dengan orang kuat dan sehat yang salat dengan berdiri," tegasnya.
Mengenal Program Sekolah Lansia Balai KB Nanggalo
Sekolah Lansia merupakan program pendidikan non-formal yang dirancang khusus bagi para lanjut usia guna meningkatkan kualitas hidup, pengetahuan, kemandirian, serta kesehatan fisik dan mental di usia senja. Program ini bertujuan mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat).
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diikuti oleh 20 orang peserta, yang terdiri dari 16 orang perempuan dan 4 orang laki-laki, dengan antusiasme yang tinggi dari awal hingga akhir acara. (Wel)