Mudzakarah, Perkuat Pemahaman Keagamaan di KUA Lubuk Begalung

Padang, [02042026) Mudzakarah  meningkatkan pemahaman keagamaan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan pegawai serta masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Begalung menggelar kegiatan Mudzakarah pada hari ini. Acara yang berlangsung di Aula Kantor KUA menghadirkan pemateri, Bapak Dr (c). H. Johardi, MA, yang merupakan Penyuluh Agama Islam di KUA Lubuk Begalung.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.45 WIB ini dihadiri oleh, Kepala KUA, para penghulu, penyuluh agama Islam, serta seluruh staf KUA Kecamatan Lubuk Begalung. Suasana khidmat menyelimuti acara yang diawali dengan pembawa acara Rijalul Fikri.

Dalam tausiahnya, Bapak Johardi menyampaikan materi tentang "Pentingnya Istiqomah dalam Beribadah". Ia menekankan bahwa dalam beribadah harus bersifat Istiqomah terutama dalam hal berpuasa, sudah seharusnya puasa ramadhan yang telah dilakukan disempurnakan dengan melakukan puasa di bulan Syawal ( puasa 6 hari ). 
Bulan Syawal juga bulan peningkatan, semoga kita selalu meningkatkan ibadah dan tetap Istiqomah.

Melalui kegiatan mudzakarah seperti ini, kita bersama-sama mengingatkan diri untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas ibadah serta pelayanan kepada masyarakat," ujar Ustadz Johardi.

Kepala KUA Kecamatan Lubuk Begalung, Jasrizal, SH.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan mudzakarah ini. Menurutnya, kegiatan rutin seperti ini menjadi sarana penting untuk menyegarkan kembali ilmu agama dan memperkuat sinergi antara sesama pegawai KUA Kecamatan Lubuk Begalung.

"Mudzakarah ini akan terus kami rutinkan agar para pegawai dan mitra kerja KUA senantiasa memiliki semangat baru dalam menjalankan tugas. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Johardi yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita semua," tuturnya.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif menambah semarak acara, di mana para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pemateri terkait berbagai persoalan keagamaan yang kerap ditemui di lapangan, terutama yang berkaitan dengan pembinaan keluarga dan pernikahan. (humas)

Share this Post