Sekjen Kemenag RI Ajak ASN Kemenag Sumatera Barat dan Umat Islam Tebarkan Kedamaian, Keadilan, dan Toleransi Global
Apri-Pdg, — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., menyampaikan pesan penting kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama dan umat Islam agar senantiasa membawa pesan salam yang mencakup kedamaian, keadilan, dan toleransi.
Pesan tersebut disampaikan beliau saat mengisi kegiatan Ceramah Subuh Mubarak di Masjid Raya Syech Ahmad Khatib al Minangkabawi (SAKHA), Sabtu (22/8/2026).
Wajah Islam yang Rahmatan lil 'Alamin dan Perkembangan Global
Dalam ceramahnya, Prof. Kamaruddin mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil 'alamin). Saat ini, Islam secara global menjadi agama yang semakin menarik perhatian dunia.
- Berdasarkan proyeksi demografi, pada tahun 2050 jumlah penganut Islam diprediksi akan menyamai penganut Katolik, di mana saat ini Islam berada di posisi kedua dunia.
- Tren global menunjukkan masyarakat di berbagai negara berlomba-lomba masuk Islam, yang menjadi kebahagiaan bersama umat Islam.
- Umat Islam diminta senantiasa menampilkan wajah Islam yang membawa rahmat, memudahkan, menggembirakan, serta menjadikan iman kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai dasar menyebarkan salam dan kedamaian.
Substansi Ajaran Salam: Keadilan, Toleransi, dan Larangan Kerusakan
Prof. Kamaruddin menekankan bahwa salam merupakan salah satu ucapan yang selalu disuarakan Nabi setiap hari dan setiap selesai shalat. Substansi ajaran Islam adalah mendatangkan kedamaian, di mana tanda orang beriman adalah menghadirkan ketenangan bagi sesama.
- Berlaku Adil dan Toleran: Mengacu pada QS Al-Mumtahanah ayat 8, umat Islam diminta tidak membatasi diri dalam berbuat baik, berlaku adil, dan bertoleransi kepada siapa pun selama tidak memerangi atau memusuhi agama Islam.
- Kecaman terhadap Perusakan: Rasulullah SAW dikisahkan sangat marah jika ada umat Islam yang menjadi aktor kerusakan, kerusuhan, maupun persekusi. Pelaku tindakan tersebut bahkan diancam tidak akan mencium harumnya aroma surga.
- Menjaga Kelestarian Alam: Amanah salam juga meliputi kepedulian terhadap lingkungan, seperti larangan menebang pohon secara sembarangan, kewajiban menjaga sumber air, hingga larangan buang air sembarangan yang tercatat dalam sejarah Islam.
Menghadirkan Agama yang Berdampak dan Kontribusi bagi Bangsa
Lebih lanjut, Sekjen Kemenag mengajak agar agama tidak direduksi sebatas ibadah mahdah semata. Kehadiran umat beragama harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan, pemberdayaan, dan kemajuan masyarakat.
- Mengingatkan bahwa kesuksesan individu maupun bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran serta bantuan orang lain di sekitar kita.
- Mendorong sinergi antara ketaatan kepada Allah, Rasul-Nya, serta dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang mendatangkan kemaslahatan bersama.
- Mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menjadi umat beragama yang baik sekaligus warga negara yang baik sebagai wujud peran sebagai khalifah Allah di muka bumi, serta terus berproses menjadi versi terbaik diri sebagai hamba Allah.
Kegiatan subuh mubarak dalam rangka menyambut peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, dengan menghadirkan jajaran Kankemenag Kab/Kota se Sumatera Barat. Hadir juga pejabat Pemprov Sumatera Barat, pimpinan Ormas Islam, LKAAM Sumatera Barat, pimpinan pondok pesantren, Kepala KUA, Kepala Madrasah serta siswa/i Madrasah di Kota Padang serta ratusan jemaah masjid Raya SAKHA.
Selesai ceramah maulid, Bpk Sekjen menerima secara simbolis infak untuk bantuan kepada korban bencana alam di NTT dan Sumut dari Kepala Kanwil Kemenag Prov Sumbar, H. Mustafa, MA. Acara kemudian berlanjut penanaman pohon di taman masjid Raya oleh Bpk Sekjen bersama Kakanwil dan pejabat kementerian agama se Sumatera Barat. (wel)